Kutu Busuk (cimex lectularius)


Penampilan
•  Panjang 4 hingga 5 mm.
•  Lonjong dan rata dari bagian punggung hingga permukaan bawah, kaki tumbuh dengan baik, tapi tidak memiliki sayap.
•  Komponen mulut diadaptasi untuk menusuk dan menghisap.
•  Warnanya merah hingga coklat.
 Siklus hidup
•  200 - 500 telur disimpan selama 2 bulan per kelompok terdiri dari 10 hingga 50 telur.
Pola hidup
•  Pemakan darah manusia.
•  Ditemukan pada celah dan retakan, papan dipan, di balik “wallpaper”, celah retakan tembok, sakelar lampu, di bawah karpet, di balik papan tulis, dll.
•  Kutu busuk aktif pada malam hari.

Semut Kebun Hitam (lasius niger)


Penampilan

•  Panjang tubuh ratu 15mm.
•  Panjang tubuh pekerja 4-5mm.
•  Warna hitam kecoklat-coklatan gelap.
•  1 segmen kecil di daerah pinggang (pedisel).
•  Tidak memiliki penyengat.
 Siklus hidup

•  Ratu tidur sepanjang musim dingin di dalam tanah. Telur disimpan di akhir musim semi. Larva menetas di 3-4 minggu kemudian.
•  Larva diberi makan dari cairan yang keluar dari kelenjar ludah ratu sampai semut pekerja pertama muncul.
•  Semut pekerja kemudian memelihara larva, membuatkan sarang, dan mencarikan makanan.
•  Pejantan yang subur akan diproduksi lagi pada saat musimnya tiba.
Pola hidup

• Semut pekerja pencari makan mematuhi dengan baik jalur yang telah ditentukan di sekitar sumber makanan. Makanan manis lebih disukai, tapi yang tinggi protein juga akan diambilnya.
•  Karakteristik musim kawin – perkawinan di antara ratu dan pejantan subur terjadi di pertengahan musim dingin hingga akhir musim panas. Pejantan akan mati setelah melakukan perkawinan. 
•  Lokasi sarang – seringkali di luar ruangan di dalam tanah dan di bawah lempengan jalan di bagian sisi bangunan yang terkena sinar matahari. Lokasi sarang dapat dikenali dengan adanya taburan halus tanah di sekitar lubang keluar sarang.

Semut Api (solenopsis)


Penampilan

•  Panjang tubuh pekerja 3–6mm. Panjang ratu 15mm.
•  Coklat tembaga pada kepala dan tubuh dengan perut lebih gelap.
•  Solenopsis memiliki tongkat antena unik dua-segmen, dan untuk semut betina reproduktif, tongkat antena tersebut tampak sangat jelas di bagian depannya.
 Siklus hidup

•  Setelah berkembang-biak, sang ratu akan mencari titik yang paling cocok untuk menyimpan telurnya. Jika tempat tersebut ditemukan, ratu dapat menyimpan hingga 125 telur di akhir musim semi. 
•  Larva menetas dalam 8 hingga 16 hari, dan tahapan kepompong akan berakhir dalam 9 sampai 16 hari.
•  Larva diberi makan dengan cairan yang keluar dari kelenjar ludah sang ratu dan menanggalkan otot sayap sampai semut pekerja pertama muncul. Setelah kumpulan larva pertama menetas selanjutnya semut pekerja bertanggung jawab untuk mengurus dan memberi makan. Sementara itu sang ratu ini dapat bertelur hingga 1500 telur per hari. Semut pekerja kemudian memelihara larva, membuatkan sarang, dan mencarikan makanan.
• Pejantan yang subur akan diproduksi lagi pada saat musimnya tiba.
Pola hidup

•  Makanan yang dicari oleh semut pekerja terdiri dari hewan mati, termasuk serangga, cacing tanah, dan hewan bertulang belakang. Semut pekerja juga mengumpulkan cairan manis dan makanan manis, protein, juga lemak.
•  Karakteristik waktu kawin – perkawinan antara ratu dan pejantan subur berlangsung di pertengahan musim dingin hingga akhir musim panas. Pejantan akan mati setelah melakukan perkawinan.
•  Lokasi sarang terdapat pada gundukan tanah hingga 40 cm atau di dekat benda yang terdapat di permukaan tanah, misal, gelondongan kayu.
•  Apabila terganggu, mereka akan bereaksi secara agresif dan dapat menyebabkan sengatan yang menyakitkan serta menimbulkan bengkak dalam 48 jam kemudian.
•  Semut ini merupakan hama utama pertanian dan perkotaan, menghancurkan hasil panen dan menyerang area pemukiman, baik di luar maupun di dalam ruangan

Laba-laba Rumah Biasa (tegenaria domestica}


Penampilan
•  Dewasa – panjang tubuh (tidak termasuk kaki) adalah 6 – 10mm. Tubuh coklat kekunginan 
dengan bercak redup. Perut coklat abu-abu pucat dengan rambut pendek.
Siklus hidup
 
•  Kantung telur yang dihasilkan oleh betina berbentuk bola, ditutupi dengan lapisan sutera dan disimpan di dalam struktur jaringan.
•  Pejantan akan kawin beberapa kali dengan betina sebelum sekarat.
•  Dewasa dapat hidup selama beberapa tahun.
Pola hidup
•  Ditemukan di bangunan, lumbung dan tembok.
•  Laba-laba ini menghasilkan lembar jaringan.

Lipan (chilopoda)


Penampilan
•  Beragam spesies. Panjang 5-75mm.                                                                    
•  Tubuh rata dengan banyak segmen.
•  Setiap segmen tubuh memiliki satu pasang kaki

totalnya 15–90 pasang kaki
Siklus hidup
 •  Telur menetas secara berkelompok dan dierami betina sampai siap menetas.
Pola hidup
•  Bergerak cepat dan predator.

•  Adakalanya merayap ke dalam ruang di lokasi tersembunyi.

•  Favours moist locations. Prone to water loss as they have no waxy cuticle.

•  Lebih menyukai tempat yang lembab. Mudah kehilangan air jika mereka tidak memiliki kutikula lilin.

•  Biasanya ditemukan di luar ruangan, tapi dapat merayap ke dalam ruangan untuk keamanan.

Kecoa Jerman (blatella germanica)

Penampilan                                                                                              
• Panjang 12 - 15 mm
• Coklat dengan 2 garis hitam pada rongga dada
• Sayap sepanjang tubuh atau sedikit tumpang-tindih di kedua jenis kelamin
• Berlari dan memanjat (telapak menempel pada kaki)
Siklus hidup
• Betina membawa 35-40 telur dalam ootheca (kantung telur) sampai telur-telur itu siap menetas.
 • Menetas dalam 1 bulan.
• Anakan memerlukan 6 minggu hingga 6 bulan untuk berkembang menjadi dewasa.
Pola hidup
• Bangunan yang panas, seringkali dapur dan kapal. Lebih menyukai suhu dan kelembaban yang tinggi.
• Aktif pada malam hari.
• Omnivora

Kecoa Amerika (periplaneta Americana)


Penampilan                                                                  
•  Panjang 28 - 44 mm.
•  Warnanya merah-coklat mengkilap.
•  Pada jantan, sayap lebih panjang daripada tubuhnya. Pada betina, sayap hanya bertumpang tindih pada perutnya.
•  Berlari (dapat terbang pada suhu yang sangat panas)
Siklus hidup
•  Ootheca (kantung telur) berisi 6 – 28 telur dibawa oleh betina selama beberapa hari sebelum dikumpulkan. Terkadang saling menempel dan terkelompok-kelompok.
•  Menetas dalam 1 - 2 bulan.
•  Anakan biasanya berkembang dalam 5 bulan, tapi dapat pula hingga 15 bulan.
Pola hidup
•  Sering berada di bagian dalam bangunan, saluran pipa, ruang bawah tanah, talang pipa, dan anak tangga.
•  Aktif pada malam hari.
•  Omnivora.

Kecoa Amerika (periplaneta Americana)


Penampilan                                                                                                        
•  Panjang 28 - 44 mm.                                             
•  Warnanya merah-coklat mengkilap.
•  Pada jantan, sayap lebih panjang daripada tubuhnya. Pada betina, sayap hanya bertumpang tindih pada perutnya.
•  Berlari (dapat terbang pada suhu yang sangat panas)

Siklus hidup
•  Ootheca (kantung telur) berisi 6 – 28 telur dibawa oleh betina selama beberapa hari sebelum dikumpulkan. Terkadang saling menempel dan terkelompok-kelompok.
•  Menetas dalam 1 - 2 bulan.
•  Anakan biasanya berkembang dalam 5 bulan, tapi dapat pula hingga 15 bulan.
Pola hidup
•  Sering berada di bagian dalam bangunan, saluran pipa, ruang bawah tanah, talang pipa, dan anak tangga.
•  Aktif pada malam hari.
•  Omnivora.

Lalat buah (drosophila)

Penampilan
• Panjang 3mm. Warnanya kuning-coklat atau berbintik-bintik dengan mata merah terang.
• Perut menggelantung saat terbang, sehingga jadi lambat.
• Cenderung melayang
Siklus hidup
• Berkembang menjadi dewasa dalam 7-30 hari.
• Dewasa hidup selama 2-9 minggu.

 Pola hidup
• Melakukan perkembangbiakan pada sisa-sisa fermentasi yang terdapat di kedai minuman, buah & sayuran, tempat pembuatan bir, dll.
• Juga melakukan perkembang-biakan di saluran pipa yang kotor dan perkakas yang bersih.

Lalat rumah (musca domestica)


Penampilan
•  Panjang dewasa - 5-8mm; rongga dada berwarna abu-abu dengan 4 garis tipis, perut kekuning-kuningan atau kuning, urat sayap keempat bengkok dan ujung sayap agak meruncing.
•  Larva - Putih dan meruncing ke titik ujung kepala. 2 "titik" sperikal di ujung paling belakang. Tidak berkaki. Panjang 12 mm saat dewasa.
 Siklus hidup
• Telur tersimpan berkelompok dengan jumlah 120 hingga 150 butir, dan dapat menetas dalam 8 jam atau hingga 3 hari.
• Larva membutuhkan 3 - 60 hari untuk menjadi dewasa, kepompong 3 - 28 hari.
Pola hidup
•  Ditemukan di hampir semua jenis tempat.
•  Berkembang-biak pada sayuran yang membusuk dan berair.

Nyamuk Culex (culex tritaeniorhynchus)



Penampilan

•  Dewasa – Rongga dada, kaki, dan urat pada sayap selalu ditutupi dengan sisik berwarna coklat. Berwarna pudar. Ujung perut selalu menumpul
•  Larva bersarang pada 45 derajat permukaan air
•  Telur berwarna coklat, panjang dan silinder, vertical pada permukaan air, tersementasi pada susunan 300 telur. Panjang susunan biasanya 3 – 4mm dan lebarnya 2 – 3mm 

Siklus hidup
•  Tahapan telur menjadi dewasa membutuhkan 6 – 10 hari
•  Metamorfosis sempurna – telur, larva, kepompong, dan dewasa
Pola hidup
•  Habitat – Pada dasarnya perkembangbiakan terjadi di ladang padi, genangan air limbah, dan saluran pipa
•  Ritme gigitan – Menggigit pada malam hari dan biasanya berdiam diri di dalam ruangan sebelum dan setelah makan darah. Terkadang nyamuk jenis ini beristirahat di luar ruangan
•  Lebih menyukai warna yang lebih gelap
•  Penerbang jarak jauh
•  Vektor utama untuk Encephalitis – B Jepang

Nyamuk Anopheles (anopheles)


 Penampilan
•  Dewasa – Bercak pucat dan gelap pada sayapnya dan beristirahat di kemiringan 45 derajat suatu permukaan.
•  Larva beristirahat secara paralel dengan permukaan air.
•  Panjang telur kurang-lebih 1mm dan memiliki pelampung di kedua sisinya.

 Siklus hidup 
•  Tahapan telur menjadi dewasa membutuhkan 6 – 10 hari. 
•  etamorfosis sempurna – telur, larva, kepompong, dan dewasa.
Pola hidup
•  Habitat –Lebih menyukai air yang bersih dan tidak terpolusi.
•  Ritme gigitan – Menggigit pada malam hari dan beristirahat di dalam dan luar ruangan (tergantung pada spesies)
•  Lebih menyukai warna yang lebih gelap.
•  Nyamuk betina dengan satu makanan darah dapat membuahkan 50 – 150 butir telur.
•  Vektor utama Malaria.

Nyamuk Aedes (aedes aegypti)

Penampilan


•  Nyamuk dewasa memiliki bercak hitam putih
•  Larva bersarang di 45 derajat permukaan air
•  Telur berwarna hitam dan berbentuk seperti bola rugby 
Siklus hidup

•  Tahapan telur menjadi dewasa membutuhkan 6 – 8 hari. 
•  Metamorfosis sempurna – telur, larva, kepompong, dan dewasa 
Pola hidup

•  Habitat – perkembangbiakan pada wadah, khususnya wadah buatan manusia dengan air bersih di  dalamnya.
•  Ritme gigitan – biasanya menggigit pada saat perubahan intensitas cahaya (setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam)
•  Lebih menyukai warna yang lebih gelap, seperti hitam dan merah
•  Dapat terbang dengan jarak pendek (50 – 100m)

•  Vektor utama Malaria.
                                                  

Pengendalian Vektor | 3M

Cara yang hingga saat ini masih dianggap paling tepat untuk mengendalikan penyebaran penyakit demam berdarah adalah dengan mengendalikan populasi dan penyebaran vektor. Program yang sering dikampanyekan di Indonesia adalah 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur 

1. Menguras bak mandi, untuk memastikan tidak adanya larva nyamuk yang berkembang di dalam air dan tidak ada telur yang melekat pada dinding bak mandi.

2. Menutup tempat penampungan air sehingga tidak ada nyamuk yang memiliki akses ke tempat itu untuk bertelur.

3. Mengubur barang bekas sehingga tidak dapat menampung air hujan dan dijadikan tempat nyamuk bertelur.
Beberapa cara alternatif pernah dicoba untuk mengendalikan vektor dengue ini, antara lain mengintroduksi musuh alamiahnya yaitu larva nyamuk Toxorhyncites sp. Predator larva Aedes sp. ini ternyata kurang efektif dalam mengurangi penyebaran virus dengue.
Penggunaan insektisida yang berlebihan tidak dianjurkan, karena sifatnya yang tidak spesifik sehingga akan membunuh berbagai jenis serangga lain yang bermanfaat secara ekologis. Penggunaan insektisida juga akhirnya memunculkan masalah resistensi serangga sehingga mempersulit penanganan di kemudian hari. Jenis serangga


Perilaku dan Siklus Hidup


Aedes aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari. Penularan penyakit dilakukan oleh nyamuk betina, karena hanya nyamuk betina yang mengisap darah. Hal itu dilakukannya untuk memperoleh 
asupan protein yang diperlukannya untuk memproduksi telur. Nyamuk jantan tidak membutuhkan darah, dan memperoleh energi dari nektar bunga ataupun tumbuhan. Jenis ini menyenangi area yang gelap dan benda-benda berwarna hitam atau merah. 

Demam berdarah kerap menyerang anak-anak, karena anak-anak cenderung duduk di dalam kelas selama pagi hingga siang hari dan kaki mereka yang tersembunyi di bawah meja menjadi sasaran empuk nyamuk jenis ini.

Infeksi virus dalam tubuh nyamuk dapat mengakibatkan perubahan perilaku yang mengarah pada peningkatan kompetensi vektor, yaitu kemampuan nyamuk menyebarkan virus. Infeksi virus dapat mengakibatkan nyamuk kurang handal dalam mengisap darah, berulang kali menusukkan
proboscisnya, namun tidak berhasil mengisap darah sehingga nyamuk berpindah dari satu orang ke orang lain. Akibatnya, risiko penularan virus menjadi semakin besar.

Di Indonesia, nyamuk aedes aegypti umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan, di mana terdapat banyak genangan air bersih dalam bak mandi ataupun tempayan. Oleh karena itu, jenis ini bersifat urban, bertolak belakang dengan aedes albopictus yang cenderung berada di daerah hutan berpohon rimbun (sylvan areas).


Nyamuk aedes aegypti, seperti halnya culicines lain, meletakkan telur pada permukaan air bersih secara individual. Telur berbentuk elips berwarna hitam dan terpisah satu dengan yang lain. Telur menetas dalam 1 sampai 2 hari menjadi larva. Terdapat empat tahapan dalam perkembangan larva yang disebut instar. Perkembangan dari instar 1 ke instar 4 memerlukan waktu sekitar 5 hari. Setelah mencapai instar ke-4, larva berubah menjadi pupa di mana larva memasuki masa dorman. Pupa bertahan selama 2 hari sebelum akhirnya nyamuk dewasa keluar dari pupa. Perkembangan dari telur hingga nyamuk dewasa membutuhkan waktu 7 hingga 8 hari, namun dapat lebih lama jika kondisi lingkungan tidak mendukung. Telur aedes aegypti tahan kekeringan dan dapat bertahan hingga 1 bulan dalam keadaan kering. Jika terendam air, telur kering dapat menetas menjadi larva. Sebaliknya, larva sangat membutuhkan air yang cukup untuk perkembangannya. Kondisi larva saat berkembang dapat mempengaruhi kondisi nyamuk dewasa yang dihasilkan. Sebagai contoh, populasi larva yang melebihi ketersediaan makanan akan menghasilkan nyamuk dewasa yang cenderung lebih rakus dalam mengisap darah. Sebaliknya, lingkungan yang kaya akan nutrisi menghasilkan nyamuk-nyamuk.


Nyamuk Aedes Aegypti

Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, aedes aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya.       Penyebaran jenis ini sangat luas, meliputi hampir semua daerah tropis di seluruh dunia. Sebagai pembawa virus dengue, aedes aegypti merupakan pembawa utama (primary vector) dan bersama aedes albopictus menciptakan 

siklus penyebaran dengue di desa dan kota. Mengingat keganasan penyakit demam berdarah, masyarakat harus mampu mengenali dan mengetahui cara-cara mengendalikan jenis ini untuk membantu mengurangi penyebaran penyakit demam berdarah.

Ciri Morfologi

Nyamuk aedes aegypti dewasa memiliki ukuran sedang dengan tubuh berwarna hitam kecoklatan. Tubuh dan tungkainya ditutupi sisik dengan garis-garis putih keperakan. Di bagian punggung (dorsal) tubuhnya tampak dua garis melengkung vertikal di bagian kiri dan kanan yang menjadi ciri dari spesies ini. Sisik-sisik pada tubuh nyamuk pada umumnya mudah rontok atau terlepas sehingga menyulitkan identifikasi pada nyamuk-nyamuk tua. Ukuran dan warna nyamuk jenis ini kerap berbeda antar populasi, tergantung dari kondisi lingkungan dan nutrisi yang diperoleh nyamuk selama perkembangan. Nyamuk jantan dan betina tidak memiliki perbedaan dalam hal ukuran. Nyamuk jantan pada umumnya lebih kecil dari nyamuk betina dan terdapat rambut-rambut tebal pada antena nyamuk jantan. Kedua ciri ini dapat diamati dengan mata telanjang.